Wahai pemuda yang dilihat hebat
Engkau bergerak sepantas kilat
Isnin di Arau, selasa di Segamat
Terus bekerja tanpa penat
Berkobar-kobar ditiup semangat
Wahai pemuda yang dilihat hebat
Terkadang engkau pelik dan jelik
Melihat si tua lambat dan lembik
Kerja mereka dilihat terbalik
Menyebabkan engkau menjadi serik
Lalu pemuda yang dilihat hebat
Menyindir si tua yang bergerak lambat
Dirinya diangkat setinggi martabat
Fikirnya mahu memberi semangat
Pada si tua yang tiada kudrat
Tanapa melihat kesan mudarat
Si tua bertambah hilang semangat
Bahkan disangka hampir kiamat
Bahana fitnah terlalu hebat
Walaupun ramai yang tetap thabat
Kasihankan pemuda yang akalnya singkat
Wahai pemuda yang dilihat hebat
Jikalau engkau memang pahlawan
Jikalau engkau wira pilihan
Hadirmu pasti jadi rebutan
Beban yang berat menjadi ringan
Tua muda engkau pertahankan
Engkau gilap jadi berlian
Hingga kehebatan bukan hanya dilihat
Pada tenaga dan kudrat yang kuat
Tapi hati yang ikhlas dan taat
Akhlak terpuji setiap saat
Kehebatanmu disebut para malaikat
Dan penduduk bumi pun merasai rahmat
Nukilan mata hati: Norhasnida Zawawi
No comments:
Post a Comment